Jumat, 27 April 2012

penyimpangan seksual


2010
Disusun Oleh :
          Jayadin
DINAS PENDIDIKAN
[Type the document title]
[Type the document subtitle]

Artikel dengan judul penyimpangan seksual ini akan memabahas tentang jenis-jenis atau bentuk-bentuk penyimpangan seksual.mudah-mudahan artikel ini dapat bermanfaat untuk kehidupan kita.
    
    
    
    

KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan kehadirat allah SWT, serta jungjungan kami Nabi besar Muhammad SAW, karena berkat rahmat dan hidayatnya, saya dapat menyelesaikan artikel yang berjudul tentang Penyimpangan Seksual.
            Makalah ini Khusus dibuat untuk memenuhi salah satu tugas Mata pelajaran Sosiologi, yang mudah-mudahan dapat menambah dan meningkatkan pengetahuan yang secara otomatis akan menjadikan manusia yang bermoral dan mempunyai prilaku dan keperibadian yang baik menerut norma dan aturan yang telah di tentukan.
            Dalam pembuatan Artikel ini menyadari bahwa banyak kekurangan dan kesalahan, baik dalam penulisan maupun dalam kata-kata kurang tepat, dan dalam penyajian data-data yang kurang yang di sebabkan keterbatasa kami selaku insan yang sedat kami hng belajar.
            Oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun  sangat kami harapkan untuk perbaikan tugas-tugas di masa yang akan datang. Akhir kata kami mengucapkan  rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah membantu sehingga terselesainya Artikel ini.

Jampangtengah, 03 April 2010
Penyusun

 







BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latara belakang
Manusia itu diciptakan Tuhan sebagai makhkluk sempurna, sehingga mampu mencintai dirinya (autoerotik), mencintai orang lain beda jenis (heteroseksual) namun juga yang sejenis (homoseksual) bahkan dapat jatuh cinta makhluk lain ataupun benda, sehingga kemungkinan terjadi perilaku menyimpang dalam perilaku seksual amat banyak. Manusia walaupun diciptakanNya sempurna namun ada keterbatasan, misalnya manusia itu satu-satunya makhluk yang mulut dan hidungnya tidak mampu menyentuh genetalianya; seandainya dapat dilakukan mungkin manusia sangat mencintai dirinya secara menyimpang pula. Hal itu sangat berbeda dengan hewan, hampir semua hewan mampu mencium dan menjilat genetalianya, kecuali Barnobus (sejenis Gorilla) yang sulit mencium genetalianya. Barnobus satu-satunya jenis apes (monyet) yang bila bercinta menatap muka pasangannya, sama dengan manusia. Hewanpun juga banyak yang memiliki penyimpangan perilaku seksual seperti pada manusia, hanya saja mungkin variasinya lebih sedikit, misalnya ada hewan yang homoseksual, sadisme, dan sebagainya.
Sehubungan dengan itu saya menyusun artikel ini dengan judul penyimpangan seksual dan akan memabahas tentang jenis-jenis penyimpangan seksual.mudah-mudahan artikel ini dapat bermanfaat untuk kehidupan kita.
B.      Tujuan
1.      Mengetahui pengertian dari penyimpangan seksual.
2.      Mengetahui bentuk-bentuk penyimpangan seksual.
3.      Menambah wawasan tentang perilaku yang menyimpang.








BAB II
PEMBAHASAN

A.     Bentuk – Bentuk Penyimpangan Seksual
 Penyimpangan seksual adalah aktivitas seksual yang ditempuh seseorang untuk mendapatkan kenikmatan seksual dengan tidak sewajarnya. Biasanya, cara yang digunakan oleh orang tersebut adalah menggunakan obyek seks yang tidak wajar. Penyebab terjadinya kelainan ini bersifat psikologis atau kejiwaan, seperti pengalaman sewaktu kecil, dari lingkungan pergaulan, dan faktor genetik. Berikut ini macam-macam bentuk penyimpangan seksual:
1.      Homoseksual
           Homoseksual
merupakan kelainan seksual berupa disorientasi pasangan seksualnya. Disebut gay bila penderitanya laki-laki dan lesbi untuk penderita perempuan. Hal yang memprihatinkan disini adalah kaitan yang erat antara homoseksual dengan peningkatan risiko AIDS. Pernyataan ini dipertegas dalam jurnal kedokteran Amerika (JAMA tahun 2000), kaum homoseksual yang "mencari" pasangannya melalui internet, terpapar risiko penyakit menular seksual (termasuk AIDS) lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak.
 




                                         Gambar1.1 Pelaku homoseksual
2.      Sadomasokisme
                 Sadisme seksual termasuk kelainan seksual. Dalam hal ini kepuasan seksual diperoleh bila mereka melakukan hubungan seksual dengan terlebih dahulu menyakiti atau menyiksa pasangannya. Sedangkan masokisme seksual merupakan kebalikan dari sadisme seksual. Seseorang dengan sengaja membiarkan dirinya disakiti atau disiksa untuk memperoleh kepuasan seksual.

3.      Ekshibisionisme
           Penderita ekshibisionisme akan memperoleh kepuasan seksualnya dengan memperlihatkan alat kelamin mereka kepada orang lain yang sesuai dengan kehendaknya. Bila korban terkejut, jijik dan menjerit ketakutan, ia akan semakin terangsang. Kondisi begini sering diderita pria, dengan memperlihatkan penisnya yang dilanjutkan dengan masturbasi hingga ejakulasi.

4.      Voyeurisme
           Istilah voyeurisme (disebut juga scoptophilia) berasal dari bahasa Prancis yakni vayeur yang artinya mengintip. Penderita kelainan ini akan memperoleh kepuasan seksual dengan cara mengintip atau melihat orang lain yang sedang telanjang, mandi atau bahkan berhubungan seksual. Setelah melakukan kegiatan mengintipnya, penderita tidak melakukan tindakan lebih lanjut terhadap korban yang diintip. Dia hanya mengintip atau melihat, tidak lebih. Ejakuasinya dilakukan dengan cara bermasturbasi setelah atau selama mengintip atau melihat korbannya. Dengan kata lain, kegiatan mengintip atau melihat tadi merupakan rangsangan seksual bagi penderita untuk memperoleh kepuasan seksual. Yang jelas, para penderita perilaku seksual menyimpang sering membutuhkan bimbingan atau konseling kejiwaan, disamping dukungan orang-orang terdekatnya agar dapat membantu mengatasi keadaan mereka.

5.      Fetishisme
           Fatishi berarti sesuatu yang dipuja. Jadi pada penderita fetishisme, aktivitas seksualnya disalurkan melalui bermasturbasi dengan BH (breast holder), celana dalam, kaos kaki, atau benda lain yang dapat meningkatkan hasrat atau dorongan seksual. Sehingga, orang tersebut mengalami ejakulasi dan mendapatkan kepuasan. Namun, ada juga penderita yang meminta pasangannya untuk mengenakan benda-benda favoritnya, kemudian melakukan hubungan seksual yang sebenarnya dengan pasangannya tersebut.





6.       Pedophilia / Pedophil / Pedofilia / Pedofil
Adalah orang dewasa yang yang suka melakukan hubungan seks / kontak fisik yang merangsang dengan anak di bawah umur.
7.      Bestially
           Bestially adalah manusia yang suka melakukan hubungan seks dengan binatang seperti kambing, kerbau, sapi, kuda, ayam, bebek, anjing, kucing, dan lain sebagainya.
8.      Incest
                 Adalah hubungan seks dengan sesama anggota keluarga sendiri non suami istri seperti antara ayah dan anak perempuan dan ibu dengna anak cowok
9.      Necrophilia/Necrofil
Adalah orang yang suka melakukan hubungan seks dengan orang yang sudah menjadi mayat / orang mati.
10.  Zoophilia
           Zoofilia adalah orang yang senang dan terangsang melihat hewan melakukan hubungan seks dengan hewan.
11.   Sodomi
                   Sodomi adalah pria yang suka berhubungan seks melalui dubur pasangan seks baik pasangan sesama jenis (homo) maupun dengan pasangan perempuan.
12.   Frotteurisme/Frotteuris
Yaitu suatu bentuk kelainan sexual di mana seseorang laki-laki mendapatkan kepuasan seks dengan jalan menggesek-gesek / menggosok-gosok alat kelaminnya ke tubuh perempuan di tempat publik / umum seperti di kereta, pesawat, bis, dll.




13.  Gerontopilia
                   adalah suatu perilaku penyimpangan seksual dimana sang pelaku jatuh cinta dan mencari kepuasan seksual kepada orang yang sudah berusia lanjut (nenek-nenek atau kakek-kakek). Gerontopilia termasuk dalam salah satu diagnosis gangguan seksual, dari sekian banyak gangguan seksual seperti voyurisme, exhibisionisme, sadisme, masochisme, pedopilia, brestilia, homoseksual, fetisisme, frotteurisme, dan lain sebagainya. Keluhan awalnya adalah merasa impoten bila menghadapi istri/suami sebagai pasangan hidupnya, karena merasa tidak tertarik lagi. Semakin ia didesak oleh pasangannya maka ia semakin tidak berkutik, bahkan menjadi cemas. Gairah seksualnya kepada pasangan yang sebenarnya justru bisa bangkit lagi jika ia telah bertemu dengan idamannya (kakek/nenek).
14.  Zina
sensor
           adalah hubungan seksual yang dilakukan dengan orang yang bukan pasangan sah-nya, alias bukan suaminya atau bukan istrinya. Dengan definisi ini, sepasang remaja yang belum menikah jika nge-seks maka mereka disebut berzina. Seorang pria yang nge-seks sama wanita yang bukan istrinya juga disebut berzina. Ini juga termasuk incest, alias hubungan sedarah, atau hubungan seks sesame anggota keluarga sendiri non suami-istri seperti antara ayah dengan anak ceweknya, ibu dengan anak cowoknya, kakak dengan adiknya.






                                                                                Gambar 1.2 pelaku Zina





BAB II
PENUTUP
A.     Kesimpulan
                        Penyimpangan seksual adalah aktivitas seksual yang ditempuh seseorang untuk mendapatkan kenikmatan seksual dengan tidak sewajarnya. Biasanya, cara yang digunakan oleh orang tersebut adalah menggunakan obyek seks yang tidak wajar. Penyebab terjadinya kelainan ini bersifat psikologis atau kejiwaan, seperti pengalaman sewaktu kecil, dari lingkungan pergaulan, dan faktor genetic.dan macam-macam bentuk penyimpangan seksual ialah : Homoseksual, Sadomasokisme, Ekshibisionisme, Voyeurisme, Fetishisme, Pedophilia / Pedophil / Pedofilia / Pedofil, Bestially, Incest, Necrophilia/Necrofil, Zoophilia, Sodomi, Frotteurisme/Frotteuris, Gerontopilia, dan Zina.
B.      Solusi
Jika Anda merasa memiliki perilaku seperti disebutkan di atas, yang pertama harus disadari adalah kecanduan seksual adalah masalah serius yang tidak akan hilang dengan sendirinya. Anda harus mendapatkan pengobatan atau terapi untuk menyembuhkannya.

            Kebanyakan penderita merasa kesulitan untuk mengubah perilakunya sendiri. Mengobati kecanduan seks, seperti kecanduan lainnya, sangat tergantung dari orang bersangkutan. Jika ia bisa menyadari bahwa perbuatannya salah dan ada kemauan untuk mengubahnya, pengobatan menjadi lebih mudah. Proses pengobatan bisa berupa serangkaian terapi mengenai kesehatan seksual, hubungan cinta yang sehat, pernikahan, atau mengikuti program support group. Terkadang obat-obatan tertentu, seperti Prozac atau Anafranil, diperlukan untuk menahan dorongan seksual yang berlebihan.
Selain itu Perlu Anda sadari juga bahwa tidak ada seorang pun yang bisa sembuh dari rasa ketagihan kecuali ia menerima bahwa dirinya punya masalah dan bertekad untuk berubah. Untuk menghadapi masalah seperti itu kita juga bisa melakukan beberapa upaya dan usaha yang lain untuk mengatasi penyimpangan yang disebut di atas yaitu :
1.      Upaya-upaya mengantisipasi penyimpangan seksual
a.      Penanaman nilai dan norma yang kuat
Melalui proses sosialisasi ditanamkan nilai dan norma pada setiap individu secara baik dan kuat.

b.      Pelaksanaan peraturan yang konsisten
Upaya mencegah penyimpangan dengan memberlakukan peraturan yang konsisten.
c.       Berkeperibadian yang kuat dan teguh
Sikap dan sifat yang dimiliki secara khas dari seseorang individu member jawaban dan tanggapan posotif, atas suatu keadaan sehingga mampu berpikir, berperilaku yang baik, kuat, dan teguh.
2.      Usaha-usaha untuk mengatasi penyimpangan seksual
a.      Sanksi yang tegas
Pada pelaku penyimpangan sudah sepantasnya sanki yang berupa hukuman yang tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.
b.      Penyuluhan-penyuluhan
Kepada pelaku penyimpangan kita ajak untuk kembali sadar, berperilaku sesuai dengan nilai dan norma melalui penyuluhan.
3.      Sikap yang cocok dalam menghadapi penyimpangan seksual
a.      Tidak mudah terpengaruh
b.      menjauh hal-hal yang negatif
C.      Saran
Kita mengetahui masalah seperti di atas itu hanya untuk pengetahuan dan supaya kita dapat menjauhinya, bukan untuk dipraktekan. Semoga kita dapat dijauhkan dari hal-hal yang seperti ini.












DAFTAR PUSTAKA

http://kumpulblogger.com/lempar.php?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar